resolusi jangka pendek:
1. IP 4 semester iniii (mimpi siih), aamiin
2. turun berat badan minimal 5kg
3. lunasin utang puasa
4. khatam qur'an lagi minimal pas bulan puasa
5. jerawat menipis kalo bisa ilang *mulus malahan*
6. selalu istiqomah hijab syari
instrospeksi:
1. jangan banyak gosip
2. jangan terlalu bawel
3. jangan gampang percaya orang lain
4. jangan makan terlalu nafsu
5. jangan menunda waktu
6. FOKUS!!
7. jangan banyak komentarin orang
8. lebih jaga sikap
resolusi jangka panjangnya menyusuuul :)
Kamis, 31 Januari 2013
Jumat, 25 Januari 2013
masih ada waktu untuk memperbaiki
haaah capek gw jadi anak dua koma -___-" kemana kau yang rajin dan bersemangat akademik dulu kala ni? *udah kelaut*
semester 1, okelah masih 3 komaan dikit... semester 2 menurun drastis... semester 3 semakin parah saja sodara2. malas dan demotivasi terus menyerang diriku iniih. alhamdulillah masih diterima di pilihan 1, Teknik Industri haha.
terlepas dari itu semua gw bersyukur. alhamdulillah subhanallah gak ada yg ngulang satu pun :) thanks God...
semester 3 ini bener2 pukulan telak bagi gw, sangat sangat menohok. mau KP dimana nanti? masa depan gw mau kaya apaan kalo IPK jelek begini? semoga jadi titik balik gw. bukan layaknya kelereng yg kalo dibanting pecah, melainkan layaknya bola bekel yang kalo dibanting jadi melejit *hazeeek, kalo lu mah terbanting bukan dibanting kali ni, *eh *
semangat semester 4! mumpung belum terlambat, ayo segera bangkit dan perbaikin ni!
semangat IP 4 ! yehaaa! *ngimpi kali yeee*
semester 1, okelah masih 3 komaan dikit... semester 2 menurun drastis... semester 3 semakin parah saja sodara2. malas dan demotivasi terus menyerang diriku iniih. alhamdulillah masih diterima di pilihan 1, Teknik Industri haha.
terlepas dari itu semua gw bersyukur. alhamdulillah subhanallah gak ada yg ngulang satu pun :) thanks God...
semester 3 ini bener2 pukulan telak bagi gw, sangat sangat menohok. mau KP dimana nanti? masa depan gw mau kaya apaan kalo IPK jelek begini? semoga jadi titik balik gw. bukan layaknya kelereng yg kalo dibanting pecah, melainkan layaknya bola bekel yang kalo dibanting jadi melejit *hazeeek, kalo lu mah terbanting bukan dibanting kali ni, *eh *
semangat semester 4! mumpung belum terlambat, ayo segera bangkit dan perbaikin ni!
semangat IP 4 ! yehaaa! *ngimpi kali yeee*
Sabtu, 05 Januari 2013
Lyrics of The Day
"Do you feel my heart beating? Do you understand? Do you feel the same? Am I only dreaming?" - Eternal Flame
Minggu, 16 Desember 2012
---
Hmm... bukan hanya ttg seseorang.. tapi juga waktu yang tepat :)
segala sesuatu itu pasti memiliki alasan, termasuk cinta. kebersamaan dan waktulah yang membawa kita kepada cinta... :)
segala sesuatu itu pasti memiliki alasan, termasuk cinta. kebersamaan dan waktulah yang membawa kita kepada cinta... :)
Rabu, 15 Agustus 2012
Yang Akan Saya Lakukan Setelah Masuk MTI
Okay jadi ceritanya saya (atau kami) disuruh bikin essay tentang apa yang akan saya lakukan kalo saya diterima di MTI ITB. Apa itu MTI? MTI adalah Keluarga Mahasiswa Teknik Industri Institut Teknologi Bandung. Kenapa ga KMTI? Kata kakak-kakaknya sih karena tanpa kata keluarga pun, kita semua tau kalo kita udah keluarga kan? :)
ITB itu punya empat budaya kampus, yaitu berhimpun, kajian, kaderisasi, dan keprofesian. Nah sekarang, saya sedang mengalami satu fase yang merupakan bagian dari budaya itu, yaitu kaderisasi. Sebenernya buat apa sih kaderisasi? Yaa untuk menerima anggota baru di suatu organisasi agar tercipta kader-kader yang baik sesuai yang diharapkan organisasi tersebut.
Sekarang saya dan teman-teman dari TI MRI 2011 sedang mengalami fase kaderisasi. Kalau boleh jujur, apa sih tujuan utama saya ikut kaderisasi ini? Kalau kita pikir-pikir lagi, siapa juga yang mau (maaf) bersusah payah di hari liburan menyempatkan waktunya untuk PPAB? Iya sih untuk menyatukan angkatan, agar kita lebih dekat dan terbentuklah suatu keluarga baru, yaitu keluarga TI MRI 2011. Tapi, jujur, tujuan utama semua orang mengikuti kaderisasi ini adalah masuk himpunan, bukan? Lebih tepatnya lagi masuk MTI. Karena berhimpun merupakan budaya kampus yang sangat kental di ITB. Dengan berhimpun, banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan. Pengembangan diri dan minat, keprofesian, info akademik, dll, dan tentunya keluarga baru. Bahkan, kakak tingkat yang saya kenal bilang, beberapa dosen saat memberi nilai akademik memperhatikan apakah mahasiswa tersebut anak himpunan / bukan.
Yang awalnya saya sempat berpikir agak picik, “yang penting saya masuk himpunan, saya gak dikucilkan, dapet jaket deh”. Setelah beberapa hari melalui fase PPAB ini, pikiran itu sudah luntur sekarang. Kalau dipikir-pikir sangat sempit yaa punya pikiran seperti itu. Esensi dari kaderisasi ini sebenarnya, membentuk angkatan kami menjadi suatu keluarga, kenal, dan kompak satu sama lain sebelum bergabung dengan MTI yang kekeluargaannya sangat erat.
Jadi tujuan picik saya sekarang berubah, sebelum maju ke tahap ‘apa yang akan dilakukan setelah masuk MTI’, saya berpikir dulu apa yang harus saya sudah capai di masa PPAB ini. Saya ingin sesudah masa PPAB ini, saya sudah mengenal semua anak di TI MRI 2011 yang nantinya akan menjadi MTI 2011 (aamiin). Saya ingin sudah tidak ada lagi rasa canggung di antara kami, dan rasa peka saya terhadap keluarga saya di TI MRI 2011 tumbuh lebih dalam, karena dibutuhkan waktu yang tidak sedikit bagi saya untuk menjadikan kata ‘keluarga’ itu benar-benar meresap dalam hati.
Nah, itu kan harapan dan tujuan saya sendiri, setelah saya tau apa tujuan saya, baru deh saya berpikir apa yang akan saya lakukan setelah masuk MTI. Manfaat sudah diambil, keluarga sudah didapat. Tentulah saya harus melakukan timbal balik dengan kontribusi nyata untuk MTI.
Saya ingin saya bukan hanya mengenal TI MRI 2011 saja, tetapi juga kakak tingkat :) MTI kan keluarga besar, bukan hanya 2011. Mengenal disini bukan hanya kenal nama dan wajah sih, tapi juga mengenal layaknya keluarga. Karena kakak dari MTI yang saya kenal juga baru sedikit sih.
Kita ini kan sudah disubsidi rakyat untuk kuliah di ITB, biaya untuk menjadi seorang sarjana teknik tidaklah kecil. Sudah sepatutnya kita melakukan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia. Seperti yang sudah dikatakan banyak kakak tingkat, kita merupakan orang terpilih bukan di Indonesia? Tidak banyak orang yang bisa mengemban perkuliahan di kampus ganesha kita tercinta ini, dan rakyatlah yang menyubsidinya.
Sebenarnya walaupun banyak orang mengatakan konsep “balas budi” kepada masyarakat, saya pribadi kurang setuju dengan konsep ini. Prinsip itu terasa kurang mengena di hati saya. Saya ingin melakukan pengabdian atau kontribusi nyata kepada masyarakat itu didasarkan dari kesadaran diri sendiri. Kesadaran akan bangsa kita saat ini yang butuh kemajuan, progres, dan tindakan dari kita, kaum civitas akademika karena kita memang wajib melakukan itu sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Seandainya ada dari kita yang mampu untuk membayar semua biaya perkuliahan tanpa subsidi sedikit pun (dan saya yakin pasti ada, bahkan banyak, yang mampu), apakah dia lantas tidak merasa bertanggung jawab atas bangsa ini? Tentu tidak. Maka dari itu, saya kurang setuju dengan konsep “berkontribusi karena disubsidi”.
Saya tertarik pada bidang KPM (Keprofesian dan Pengembangan Minat) di divisi keprofesian. Karena saya pribadi masih sedikit ‘abu-abu’ mengenai keprofesian setelah kita lulus nanti. Saya pribadi ingin menjadi pengusaha, tetapi tentunya dengan merintis karir sebagai eksekutif muda terlebih dahulu untuk pengalaman. Saya yakin dapat memperoleh ilmu yang sangat banyak dan pengalaman yang berguna untuk membangun usaha saya nantinya. Mungkin di divisi keprofesian ini kita dapat membangun usaha bersama dengan sesama anggota MTI.
Selain divisi keprofesian, saya juga tertarik dengan divisi PM (Pengabdian Masyarakat). Saya merasa lewat pengabdian masyarakat, saya melakukan kontribusi langsung dan nyata bagi masyarakat Indonesia. Saya telah membaca bahwa banyak sekali acara dan aktivitas sosial yang MTI lakukan sejauh ini, di antaranya MTI Adik Asuh (MTI AA), Kembali Bangun Desa (Kembang Desa), Donor Darah, ChariTI, Kunjungan Asyik & Qurban Yuk, Tim Taktis, dan Kunjungan Panti Jompo (sumber: mti.ti.itb.ac.id). Saya ingin pengabdian masyarakat ini bisa dirasakan langsung dampaknya. Apalagi melihat masyarakat bahagia dan tersenyum karena kerja keras kita merupakan suatu kepuasan tersendiri. Pengabdian masyarakat di MTI pun tidak main-main karena merupakan acara yang berkelanjutan dan berjangka panjang. Mulai dari MTI adik asuh yang pasti seru karena bisa berhubungan langsung dengan anak-anak kecil.
Selain divisi keprofesian dan pengabdian masyarakat, saya juga tertarik dengan divisi kekeluargaan. Divisi ini pasti dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan sense of belonging kita terhadap MTI. Mulai dari syukuran wisuda, arak-arakan wisuda, home tournament, event-event tertentu, dll. Pasti akan terasa seru dan tidak akan menjadi suatu beban, karena mengerjakannya pun bersama teman-teman yang sudah kita kenal, bahkan sudah dianggap layaknya keluarga. Saya sih berharap angkatan kami dapat membuat acara arak-arakan wisuda yang keren dan menang tentunya. Home tournament juga pastinya seru karena melombakan banyak permainan seperti olahraga voli, basket, futsal, bulu tangkis, pingpong, juga berbagai games seperti pes, dota dan masih banyak lagi. Dan mungkin berbagai acara lain seperti event tahunan 17 Agustus, Hari Kartini, dll yang bisa diadakan untuk memeriahkan himpunan MTI.
Diluar semua alasan yang saya utarakan diatas, hal yang paling penting adalah saya ingin mendapatkan pengalaman dari bergabung dengan MTI. Seperti yang dikatakan oleh kak Suryo Sasono, esensi dari kita berhimpun atau berkegiatan sesungguhnya agar kita mendapat banyak pengalaman, teman, belajar manajemen waktu yang baik, dll.
Sekian dari Ani :) Wassalam.
ITB itu punya empat budaya kampus, yaitu berhimpun, kajian, kaderisasi, dan keprofesian. Nah sekarang, saya sedang mengalami satu fase yang merupakan bagian dari budaya itu, yaitu kaderisasi. Sebenernya buat apa sih kaderisasi? Yaa untuk menerima anggota baru di suatu organisasi agar tercipta kader-kader yang baik sesuai yang diharapkan organisasi tersebut.
Sekarang saya dan teman-teman dari TI MRI 2011 sedang mengalami fase kaderisasi. Kalau boleh jujur, apa sih tujuan utama saya ikut kaderisasi ini? Kalau kita pikir-pikir lagi, siapa juga yang mau (maaf) bersusah payah di hari liburan menyempatkan waktunya untuk PPAB? Iya sih untuk menyatukan angkatan, agar kita lebih dekat dan terbentuklah suatu keluarga baru, yaitu keluarga TI MRI 2011. Tapi, jujur, tujuan utama semua orang mengikuti kaderisasi ini adalah masuk himpunan, bukan? Lebih tepatnya lagi masuk MTI. Karena berhimpun merupakan budaya kampus yang sangat kental di ITB. Dengan berhimpun, banyak sekali manfaat yang bisa kita dapatkan. Pengembangan diri dan minat, keprofesian, info akademik, dll, dan tentunya keluarga baru. Bahkan, kakak tingkat yang saya kenal bilang, beberapa dosen saat memberi nilai akademik memperhatikan apakah mahasiswa tersebut anak himpunan / bukan.
Yang awalnya saya sempat berpikir agak picik, “yang penting saya masuk himpunan, saya gak dikucilkan, dapet jaket deh”. Setelah beberapa hari melalui fase PPAB ini, pikiran itu sudah luntur sekarang. Kalau dipikir-pikir sangat sempit yaa punya pikiran seperti itu. Esensi dari kaderisasi ini sebenarnya, membentuk angkatan kami menjadi suatu keluarga, kenal, dan kompak satu sama lain sebelum bergabung dengan MTI yang kekeluargaannya sangat erat.
Jadi tujuan picik saya sekarang berubah, sebelum maju ke tahap ‘apa yang akan dilakukan setelah masuk MTI’, saya berpikir dulu apa yang harus saya sudah capai di masa PPAB ini. Saya ingin sesudah masa PPAB ini, saya sudah mengenal semua anak di TI MRI 2011 yang nantinya akan menjadi MTI 2011 (aamiin). Saya ingin sudah tidak ada lagi rasa canggung di antara kami, dan rasa peka saya terhadap keluarga saya di TI MRI 2011 tumbuh lebih dalam, karena dibutuhkan waktu yang tidak sedikit bagi saya untuk menjadikan kata ‘keluarga’ itu benar-benar meresap dalam hati.
Nah, itu kan harapan dan tujuan saya sendiri, setelah saya tau apa tujuan saya, baru deh saya berpikir apa yang akan saya lakukan setelah masuk MTI. Manfaat sudah diambil, keluarga sudah didapat. Tentulah saya harus melakukan timbal balik dengan kontribusi nyata untuk MTI.
Saya ingin saya bukan hanya mengenal TI MRI 2011 saja, tetapi juga kakak tingkat :) MTI kan keluarga besar, bukan hanya 2011. Mengenal disini bukan hanya kenal nama dan wajah sih, tapi juga mengenal layaknya keluarga. Karena kakak dari MTI yang saya kenal juga baru sedikit sih.
Kita ini kan sudah disubsidi rakyat untuk kuliah di ITB, biaya untuk menjadi seorang sarjana teknik tidaklah kecil. Sudah sepatutnya kita melakukan kontribusi nyata kepada masyarakat Indonesia. Seperti yang sudah dikatakan banyak kakak tingkat, kita merupakan orang terpilih bukan di Indonesia? Tidak banyak orang yang bisa mengemban perkuliahan di kampus ganesha kita tercinta ini, dan rakyatlah yang menyubsidinya.
Sebenarnya walaupun banyak orang mengatakan konsep “balas budi” kepada masyarakat, saya pribadi kurang setuju dengan konsep ini. Prinsip itu terasa kurang mengena di hati saya. Saya ingin melakukan pengabdian atau kontribusi nyata kepada masyarakat itu didasarkan dari kesadaran diri sendiri. Kesadaran akan bangsa kita saat ini yang butuh kemajuan, progres, dan tindakan dari kita, kaum civitas akademika karena kita memang wajib melakukan itu sebagai bagian dari bangsa Indonesia. Seandainya ada dari kita yang mampu untuk membayar semua biaya perkuliahan tanpa subsidi sedikit pun (dan saya yakin pasti ada, bahkan banyak, yang mampu), apakah dia lantas tidak merasa bertanggung jawab atas bangsa ini? Tentu tidak. Maka dari itu, saya kurang setuju dengan konsep “berkontribusi karena disubsidi”.
Saya tertarik pada bidang KPM (Keprofesian dan Pengembangan Minat) di divisi keprofesian. Karena saya pribadi masih sedikit ‘abu-abu’ mengenai keprofesian setelah kita lulus nanti. Saya pribadi ingin menjadi pengusaha, tetapi tentunya dengan merintis karir sebagai eksekutif muda terlebih dahulu untuk pengalaman. Saya yakin dapat memperoleh ilmu yang sangat banyak dan pengalaman yang berguna untuk membangun usaha saya nantinya. Mungkin di divisi keprofesian ini kita dapat membangun usaha bersama dengan sesama anggota MTI.
Selain divisi keprofesian, saya juga tertarik dengan divisi PM (Pengabdian Masyarakat). Saya merasa lewat pengabdian masyarakat, saya melakukan kontribusi langsung dan nyata bagi masyarakat Indonesia. Saya telah membaca bahwa banyak sekali acara dan aktivitas sosial yang MTI lakukan sejauh ini, di antaranya MTI Adik Asuh (MTI AA), Kembali Bangun Desa (Kembang Desa), Donor Darah, ChariTI, Kunjungan Asyik & Qurban Yuk, Tim Taktis, dan Kunjungan Panti Jompo (sumber: mti.ti.itb.ac.id). Saya ingin pengabdian masyarakat ini bisa dirasakan langsung dampaknya. Apalagi melihat masyarakat bahagia dan tersenyum karena kerja keras kita merupakan suatu kepuasan tersendiri. Pengabdian masyarakat di MTI pun tidak main-main karena merupakan acara yang berkelanjutan dan berjangka panjang. Mulai dari MTI adik asuh yang pasti seru karena bisa berhubungan langsung dengan anak-anak kecil.
Selain divisi keprofesian dan pengabdian masyarakat, saya juga tertarik dengan divisi kekeluargaan. Divisi ini pasti dapat meningkatkan rasa kekeluargaan dan sense of belonging kita terhadap MTI. Mulai dari syukuran wisuda, arak-arakan wisuda, home tournament, event-event tertentu, dll. Pasti akan terasa seru dan tidak akan menjadi suatu beban, karena mengerjakannya pun bersama teman-teman yang sudah kita kenal, bahkan sudah dianggap layaknya keluarga. Saya sih berharap angkatan kami dapat membuat acara arak-arakan wisuda yang keren dan menang tentunya. Home tournament juga pastinya seru karena melombakan banyak permainan seperti olahraga voli, basket, futsal, bulu tangkis, pingpong, juga berbagai games seperti pes, dota dan masih banyak lagi. Dan mungkin berbagai acara lain seperti event tahunan 17 Agustus, Hari Kartini, dll yang bisa diadakan untuk memeriahkan himpunan MTI.
Diluar semua alasan yang saya utarakan diatas, hal yang paling penting adalah saya ingin mendapatkan pengalaman dari bergabung dengan MTI. Seperti yang dikatakan oleh kak Suryo Sasono, esensi dari kita berhimpun atau berkegiatan sesungguhnya agar kita mendapat banyak pengalaman, teman, belajar manajemen waktu yang baik, dll.
Sekian dari Ani :) Wassalam.
Minggu, 12 Agustus 2012
Review Buka Bersama TI MRI 2011 6 Agustus 2012
Biarpun liburan, kita-kita TI MRI 2011 tetap semangat dan satu hati. Haha. Kita diminta mengerjakan beberapa tugas individu dan tugas angkatan. Salah satunya itu membuat review dari buka bersama.
Nah, jadi idenya itu dari Risza, kita kan selama ini selalu kumpul karena tugas angkatan, ga pernah kumpul buat have fun, yang ga kebawa beban, jadi happy-happy aja. Oleh karena itu kita melaksanakan buka bareng tanggal 6 Agustus 2012 hari Senin.
Saya sendiri sebenernya gak ikut buka bersama ini, karena ada urusan di unit saya. hehehe. Jadi buka bersama ini diadain di rumah temen kami, Baninda, di Geger Kalong. Kami semua kumpul dulu di TVST buat ngerjain beragam tugas individu dan tugas angkatan. Kami mulai berangkat jam 5, dan masih ada yang menyusul-nyusul secara sporadis karena jumlah kami banyak juga kan.
Lalu kita semua kumpul di rumah Nda jam 18.15, kita semua langsung makan besar berbuka puasa *yaiyalah ya. Terus abis itu solat maghrib berjamaah deh. Abis makan n solat, kami saling mencaairkan suasana dan bernyanyi bersama di halaman rumah Nda. Acara kami selanjutnya ialah pembacaan pesa-pesan dan kesan angkatan untuk kedepannya. Selain itu ada juga games angkatan dimana kita harus menebak pertanyaan seputar NIM angkatan, bagi yang menjawab dengan benar harus memperkenalkan diri dan harus ditanya oleh teman-teman.
Nah, seputar games kemaren banyak kejadian-kejadian seru nih, karna ada sesi curhat juga dan sharing dari angkatan kita. Ada juga aksi pengakuan tentang perasaan agi terhadap yunisa hehehe. Ada juga beberapa teman kami yang lain yang mengaku perasaan ke salah satu teman lain haha.
Nyesel juga sih ga dateng karena kelewatan banyak cerita seru. Mungkin kekurangan dari acara ini tuh banyak yg belom dateng kali ya karena ada beragam halangan… Maaf yaaa aku gabisa dateng, masalah prioritas niih :p
Well, overall acara kami cukup memuaskan siih… aku sih berharep kita bisa jadi suatu keluarga yang bahagia :D I love my new family :-* TI MRI 2011.
~ Meski jarak dan waktu memisahkan kita… Namun tiada yang bisa regangkan ikatan kita. Karena kita TI MRI ~~
Nah, jadi idenya itu dari Risza, kita kan selama ini selalu kumpul karena tugas angkatan, ga pernah kumpul buat have fun, yang ga kebawa beban, jadi happy-happy aja. Oleh karena itu kita melaksanakan buka bareng tanggal 6 Agustus 2012 hari Senin.
Saya sendiri sebenernya gak ikut buka bersama ini, karena ada urusan di unit saya. hehehe. Jadi buka bersama ini diadain di rumah temen kami, Baninda, di Geger Kalong. Kami semua kumpul dulu di TVST buat ngerjain beragam tugas individu dan tugas angkatan. Kami mulai berangkat jam 5, dan masih ada yang menyusul-nyusul secara sporadis karena jumlah kami banyak juga kan.
Lalu kita semua kumpul di rumah Nda jam 18.15, kita semua langsung makan besar berbuka puasa *yaiyalah ya. Terus abis itu solat maghrib berjamaah deh. Abis makan n solat, kami saling mencaairkan suasana dan bernyanyi bersama di halaman rumah Nda. Acara kami selanjutnya ialah pembacaan pesa-pesan dan kesan angkatan untuk kedepannya. Selain itu ada juga games angkatan dimana kita harus menebak pertanyaan seputar NIM angkatan, bagi yang menjawab dengan benar harus memperkenalkan diri dan harus ditanya oleh teman-teman.
Nah, seputar games kemaren banyak kejadian-kejadian seru nih, karna ada sesi curhat juga dan sharing dari angkatan kita. Ada juga aksi pengakuan tentang perasaan agi terhadap yunisa hehehe. Ada juga beberapa teman kami yang lain yang mengaku perasaan ke salah satu teman lain haha.
Nyesel juga sih ga dateng karena kelewatan banyak cerita seru. Mungkin kekurangan dari acara ini tuh banyak yg belom dateng kali ya karena ada beragam halangan… Maaf yaaa aku gabisa dateng, masalah prioritas niih :p
Well, overall acara kami cukup memuaskan siih… aku sih berharep kita bisa jadi suatu keluarga yang bahagia :D I love my new family :-* TI MRI 2011.
~ Meski jarak dan waktu memisahkan kita… Namun tiada yang bisa regangkan ikatan kita. Karena kita TI MRI ~~
Sabtu, 04 Agustus 2012
Review HArian ke 4
Holaaaa semangat yaa setiap saat! Seperti biasa kami, TI MRI 2011, diberikan tugas untuk mereview keseharian dari interaksi PPAB MTI 2012.
Pertama-tama seperti biasa, kami diminta untuk berkumpul di depan GSG jam 7.30. Lalu setelah berkumpul, kita ada 135 orang, sedangkan jumlah minimum kehadiran yang harus kita penuhi 161 orang atau 97% dari angkatan kita. Jadi kakak-kakaknya sudah capek dengan kita yang tidak pernah bisa memenuhi jumlah minimum kehadiran tersebut.
Lalu kita juga melakukan cek spek, saat cek spek ada beberapa dari teman-teman lelaki kita yang muslim tidak membawa sejadah, sehingga dianggap tidak memenuhi spek yang diperlukan. Padahal, dalam pendapat saya pribadi, sejadah bukan merupakan alat solat yang utama untuk laki-laki. Bukannya laki-laki bisa melakukan solat tanpa sejadah?
Lalu litbang mengecek tugas-tugas individu dan tugas angkatan kita. Ada beberapa dari kami yang masih belum mengerjakan review di blog, telat memposting di blog, dan tidak serius menulis paper mengenai MTI dari buku penunjang. Dan ada kesalahan persepsi mengenai tugas angkatan mading, yang seharusnya merepresentasikan profil angkatan kami, kami malah membuatnya dengan peta Indonesia yang diberikan foto masing-masing dari kami yang disusun.
Setelah itu, kami dimobilisasi ke ruang PTI, dan mendapatkan materi dari Kahim tahun lalu, yaitu Suryo Sasono, mengenai urgensi berhimpun. Intinya beliau menjelaskan bahwa kadang yang kita perlukan dari sesuatu hal itu bukan suatu tujuan atau esensi melainkan suatu proses yang bisa kita jadikan pelajaran untuk menjadikan kita lebih baik.
Setelah materi dari Kak Dodot, kita mendapatkan materi juga dari Kak Handy, selaku ketua umum MTI tahun ini. Beliau memberikan materi mengenai struktur organisasi MTI, lalu berdatanganlah orang-orang dari masing-masing divisinya. Ternyata, struktur organisasi dari MTI agak rumit juga ya, tidak seperti struktur organisasi sederhana.
Setelah presentasi ini, kita kembali berbaris per kelompok bersama mentor kita, untuk melakukan amazing race. Pada amazing race ini, alat komunikasi wajib dikumpulkan.
Pada pos pertama, saya mendapatkan pos di perpustakaan dengan divisi Kesekretariatan dan Supporting. Kesekretariatan terdiri dari divisi MSDM, pengarsipan, dan penelitian dan pengembangan.
Pos yang kedua yang kelompok kami datangi yaitu kelompok kahim dan senator.
Pos yang ketiga di sipil, yaitu divisi internal. Divisi internal dibagi lagi menjadi kekeluargaan, BRT, dan kaderisasi.
Pos yang keempat di Tokema, yaitu divisi eksternal. Divisi eksternal terbagi lagi menjadi 4 divisi, yaitu biro kajian, kemahasiswaan eksternal, kemahasiswaan internal, dan hubungan luar.
Pos yang kelima di Lapangan SR, yaitu divisi KPM (komunikasi pengembangan dan minat) yang terbagi lagi menjadi divisi seni budaya, orkes, keprofesian, MTI consulting, akademik.
Pos yang keenam di Taman Batu, yaitu divisi BPA (Badan Perwakilan Anggota).
Pos yang ketujuh di Lapangan Segitiga, yaitu divisi PM (pengabdian Masyarakat) yang terdiri dari comdev dan comsev.
Setelah itu kami dimobiisasi ke GSG, dan setelah saya kira kami akan diagitasi, ternyata acaranya adalah pembagian hadiah. Yaaah walaupun kelompok saya gak dapet hadiah sih karena ga ada yang dimenangin hahahaha =)) tapi overall saya ngerasa seneeng banget hari ini dibandingin hari2 interaksi yang menegangkan. Sekiaaan review dari Ani =)
Pertama-tama seperti biasa, kami diminta untuk berkumpul di depan GSG jam 7.30. Lalu setelah berkumpul, kita ada 135 orang, sedangkan jumlah minimum kehadiran yang harus kita penuhi 161 orang atau 97% dari angkatan kita. Jadi kakak-kakaknya sudah capek dengan kita yang tidak pernah bisa memenuhi jumlah minimum kehadiran tersebut.
Lalu kita juga melakukan cek spek, saat cek spek ada beberapa dari teman-teman lelaki kita yang muslim tidak membawa sejadah, sehingga dianggap tidak memenuhi spek yang diperlukan. Padahal, dalam pendapat saya pribadi, sejadah bukan merupakan alat solat yang utama untuk laki-laki. Bukannya laki-laki bisa melakukan solat tanpa sejadah?
Lalu litbang mengecek tugas-tugas individu dan tugas angkatan kita. Ada beberapa dari kami yang masih belum mengerjakan review di blog, telat memposting di blog, dan tidak serius menulis paper mengenai MTI dari buku penunjang. Dan ada kesalahan persepsi mengenai tugas angkatan mading, yang seharusnya merepresentasikan profil angkatan kami, kami malah membuatnya dengan peta Indonesia yang diberikan foto masing-masing dari kami yang disusun.
Setelah itu, kami dimobilisasi ke ruang PTI, dan mendapatkan materi dari Kahim tahun lalu, yaitu Suryo Sasono, mengenai urgensi berhimpun. Intinya beliau menjelaskan bahwa kadang yang kita perlukan dari sesuatu hal itu bukan suatu tujuan atau esensi melainkan suatu proses yang bisa kita jadikan pelajaran untuk menjadikan kita lebih baik.
Setelah materi dari Kak Dodot, kita mendapatkan materi juga dari Kak Handy, selaku ketua umum MTI tahun ini. Beliau memberikan materi mengenai struktur organisasi MTI, lalu berdatanganlah orang-orang dari masing-masing divisinya. Ternyata, struktur organisasi dari MTI agak rumit juga ya, tidak seperti struktur organisasi sederhana.
Setelah presentasi ini, kita kembali berbaris per kelompok bersama mentor kita, untuk melakukan amazing race. Pada amazing race ini, alat komunikasi wajib dikumpulkan.
Pada pos pertama, saya mendapatkan pos di perpustakaan dengan divisi Kesekretariatan dan Supporting. Kesekretariatan terdiri dari divisi MSDM, pengarsipan, dan penelitian dan pengembangan.
Pos yang kedua yang kelompok kami datangi yaitu kelompok kahim dan senator.
Pos yang ketiga di sipil, yaitu divisi internal. Divisi internal dibagi lagi menjadi kekeluargaan, BRT, dan kaderisasi.
Pos yang keempat di Tokema, yaitu divisi eksternal. Divisi eksternal terbagi lagi menjadi 4 divisi, yaitu biro kajian, kemahasiswaan eksternal, kemahasiswaan internal, dan hubungan luar.
Pos yang kelima di Lapangan SR, yaitu divisi KPM (komunikasi pengembangan dan minat) yang terbagi lagi menjadi divisi seni budaya, orkes, keprofesian, MTI consulting, akademik.
Pos yang keenam di Taman Batu, yaitu divisi BPA (Badan Perwakilan Anggota).
Pos yang ketujuh di Lapangan Segitiga, yaitu divisi PM (pengabdian Masyarakat) yang terdiri dari comdev dan comsev.
Setelah itu kami dimobiisasi ke GSG, dan setelah saya kira kami akan diagitasi, ternyata acaranya adalah pembagian hadiah. Yaaah walaupun kelompok saya gak dapet hadiah sih karena ga ada yang dimenangin hahahaha =)) tapi overall saya ngerasa seneeng banget hari ini dibandingin hari2 interaksi yang menegangkan. Sekiaaan review dari Ani =)
Langganan:
Postingan (Atom)
